Tips Merawat Acrylic Display dan Mengetahui Kelemahannya

Acrylic Display

Acrylic display dapat menjadi opsi jika Anda enggan menggunakan bahan dasar kaca, karena mudah pecah dan berbahaya jika diletakkan di dekat anak-anak, tetapi ingin memamerkan benda-benda dengan lemari transparan.

Benda tersebut bisa juga dibuat untuk akuarium ikan. Sifatnya yang lentur dan mudah dibentuk, membuat banyak sekali fungsi dan kegunannya. Salah satunya bagi penggemar koleksi ikan hias.

Bukan hanya sebagai koleksi, akuarium berbahan akrilik juga sering digunakan oleh para penjual ikan di pasar. Modelnya cukup jernih, memudahkan pelanggan untuk melihat ikan-ikan sesuai dengan seleranya.

Akan tetapi, terdapat terdapat beberapa kelemahan yang membuatnya harus dirawat sebaik mungkin. Namun, tidak semua pemilik memahami bagaimana cara merawat akuarium berbahan dasar ini. Meski sebenarnya cukup mudah.

Acrylic Display

Inilah Tips Merawat Acrylic Display

Merawat benda ini hanya membutuhkan beberapa peralatan kebersihan. Kunci terpenting adalah Anda rajin membersihkannya, setiap hari agar terhindari dari debu-debu menempel. Debu yang dibiarkan terlalu lama akan membuatnya menjadi kotor.

Tips membersihkan pertama adalah dengan menggunakan kemoceng. Hal tersebut dikarenakan kemoceng terbuat dari bulu hewan bersifat halus dan terhindar dari goresan, terbukti efektif dalam membersihkan bahan akrilik.

Kemoceng bisa membantu Anda untuk menghilangkan debu-debu menempel agar rak akrilik tetap terlihat jernih dan tetap menarik. Meski debu adalah kotoran ringan, sebaiknya rutin dibersihkan setiap hari.

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan kanebo. Kanebo adalah peralatan kebersihan berbahan kain halus. Biasanya digunakan untuk membersihkan kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor. Membuat body kendaraan menjadi lebih mengkilat.

Kelebihan kanebo berlaku juga pada rak Anda juga ingin terlihat lebih mengkilat. Selain itu, teksturnya juga halus, sehingga tidak mudah menggores atau merusak akuarium ikan.

Meski begitu, disarankan untuk tidak terlalu keras ketika menggosok. Tujuannya agar proses pembersihan dapat merata, tidak meninggalkan jejak kotoran sedikitpun. Jangan lupa untuk fokus pada noda membandelnya terlebih dahulu.

Tips berikutnya adalah dengan menggunakan wax atau lilin. Wax dan lilin berlaku untuk benda-benda akrilik yang sudah mulai terlihat kusam atau sudah lama tidak dibersihkan.

Namun, penggunaan wax atau lilin tidak boleh setiap hari. Disarankan untuk seperlunya saja, hanya ketika rak atau lemari berbahan ini sudah mulai menguning. Caranya dengan mengoleskan wax sambil digosok perlahan.

Terakhir ada polishing. Sangat diperlukan bagi barang yang sudah terlanjur tergores. Polishing juga bisa disebut sebagai ampas halus. Hati-hati dalam mengaplikasikannya agar tidak menambah goresan pada benda.

Berbagai Kelemahan Acrylic Display dan Cara Menanggulanginya

Memiliki berbagai kelebihan, seperti tidak mudah pecah, lentur, dan lain sebagainya tetap membuat benda ini memiliki berbagai kekurangan. Salah satunya adalah tidak bisa terkena benda-benda tajam.

Benda-benda tajam tersebut antara lain gunting, pisau, dan karter. Hal ini cukup berbahaya bagi Anda yang meletakkanya untuk alat tulis kantor. Goresan tersebut nantinya akan membuat rak atau akuarium menjadi kusam.

Cara menanggulanginya adalah dengan berhati-hati dalam meletakkan barang-barang tajam tersebut. Hindari adanya goresan-goresan kecil, termasuk saat sedang membersihkannya. Jangan terlalu keras ketika menggosok, perlahan dan hati-hati.

Kelemahan berikutnya adalah sulit dibentuk untuk membuat benda-benda tertentu, salah satunya akuarium ikan. Karena akuarium umumnya terbuat dari kaca, sehingga inovasi menggantinya dengan akrilik membutuhkan keahlian.

Lembaran akrilik menjadi lebih kuat karena terbuat dari butiran plastik akrilik. Bahkan kekuatannya menandingi kaca. Selanjutnya, lembaran tersebut disusun secara rapi untuk membentuk kubus maupun persegi panjang.

Cara menanggulanginya, datang ke tempat pengrajin yang sudah ahli dalam mengerjakan berbagai bentuk. Mereka biasanya lebih mengetahui bagaimana cara memanfaatkan benda ini, sekalipun dalam bentuk akuarium ikan.

Kelemahan terakhir terletak pada harga yang harus Anda bayar. Tingkat kesulitan dalam pembuatannya tentu akan membuat harganya semakin tinggi. Namun, kelemahan ini justru bisa memberikan kualitas terbaik bagi konsumen.

Sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya Anda survey terlebih dahulu. Menemukan pengrajin dengan kualitas terbaik, tetapi tidak memasang harga yang tinggi. Dengan begitu, tidak perlu mengalami over budget.

Harga Acrylic Display Berdasarkan Jenis dan Ukuran

Bicara soal acrylic display, tentu tidak bisa dipukul rata dengan cara begitu saja. Terdapat berbagai macam jenis aspek yang perlu diperhatikan, salah satunya ukuran ketebalan. Harga bahan dasar ini juga berkisar di angka Rp 300 Ribu.

Dengan membayar sejumlah harga tersebut, Anda juga bisa mendapatkan akrilik bening dengan ukuran 92 x 183 cm hingga 100 x 200 cm. Ketebalannya mencapai 1.5 mm hingga 3 mm.

Bagi Anda yang ingin membayar lebih sekitar Rp 400 Ribu hingga Rp 700 Ribu maka akan mendapatkan akrilik warna ukuran 92 x 183 cm dan ketebalan 2 mm hingga 4 mm.

Perkembangan dunia bisnis dalam bidang apapun membuat kebutuhan pemiliknya semakin meningkat. Oleh sebab itu, harus berani mengeluarkan harga lebih, salah satunya untuk membeli acrylic display.