Herbal Kembang Sepatu Untuk Imun

kembang sepatu untuk peningkat imun

Kembang sepatu memang sudah lama dikenal memiliki khasiat pengobatan meski secara umum masyarakat lebih banyak mengenalnya sebagai tanaman hias. Tetapi belakangan dikatakan kembang sepatu disarankan dikonsumsi untuk herbal peningkat imun. Sejauh mana kebenarannya?

Tanaman Kembang Sepatu

Tanaman kembang sepatu merupakan tanaman yang lazim dijumpai di kawasan tropis. Memiliki nama ilmiah Hibiscus rosa-sinensis,  tanaman ini dikenal dengan tampilan bunganya yang berkelopak besar, berwarna cerah dengan putih menonjol.

Meski merupakan tanaman khas tropis, di beberapa kawasan subtropis yang hangat,  bunga ini juga kadang terlihat di musim panas. Itu sebabnya di beberapa kawasan subtropis, bunga yang juga disebut hibiscus ini identik sebagai bunga musim panas.

Kebanyakan tumbuh di pekarangan atau di kawasan kebun kebun secara liar. Daunnya membulat dengan ujung runcing. Biasanya pohonnya memiliki tinggi tidak lebih dari 2 meter, tetapi sebenarnya bisa mencapai tinggi 5 meter. Karena sebenarnya kembang sepatu termasuk tanaman kayu keras yang dapat tinggi menjulang.

Khasiat Tradisional Dari Kembang Sepatu

Kembang sepatu sering kali dimanfaatkan sebagai teh. Bisa di rebus dengan air, atau diseduh menggunakan air panas. Sejumlah orang juga biasa mengeringkan bunga sepatu untuk dijadikan serbuk teh herbal.

Terapi dengan kembang sepatu sudah lama dikenal, tidak hanya di Indonesia tetapi di banyak tradisi pengobatan di dunia. Kembang sepatu dikenal baik untuk merawat kesehatan secara umum. Membantu meringankan demam dan gejala flu ringan. Cepat mengatasi batuk dan sesak nafas. Baik juga mengatasi  peradangan, sakit perut, luka, diare dan banyak lagi. Terdapat pula unsur anti bakteri dan anti viral dari komposisi fitokimia di dalamnya.

Teh atau ramuan tradisional dari kembang sepatu memiliki rasa sepat asam. Ada rasa manis tipis yang juga bisa muncul. Biasanya untuk menambah rasa ramuan ini ditambahkan sedikit madu atau gula aren.

Manfaat Kembang Sepatu Untuk Peningkat Imunitas

Wacana tentang kembang sepatu untuk peningkat imunitas disebutkan oleh seorang pakar farmakologi UGM, Apt Ika Puspitasari, MSi, PhD yang menyatakan ada setidaknya 18 herbal alami yang diyakini secara klinis memiliki khasiat menstimulasi kinerja imunitas. Dan di antara 18 herbal tersebut disebutkan bunga kembang sepatu.

Bagaimana sebenarnya pandangan medis tentang bunga kembang sepatu untuk peningkat imun? Sebenarnya sejumlah riset telah dilakukan untuk melihat sejauh mana manfaat bunga hibiscus ini untuk kinerja daya tahan tubuh.

Bahkan riset sudah dikembangkan sejak tahun 2012 menurut laporan Pakistan Journal of Medical Science. Jurnal ini dengan tegas menyatakan bahwa tanaman kembang sepatu memiliki efek imuno modulator. Artinya menjadi media yang mendorong peningkatan kinerja imun.

Pada satu riset pilot di tahun sebelumnya, ditunjukan pula bagaimana manfaat kembang sepatu untuk peningkat imun. Ini diungkap dalam jurnal Global Journal of Pharmacology tahun 2009.  Meski riset ini belum mengungkap fakta seputar manfaat kembang sepatu dengan lebih dalam.

pengembangan riset seputar manfaat kembang sepatu ini sebagai imunomodulator kembali dilakukan berdasar publikasi riset di tahun 2019 pada International Journal of Medical Science and Dental Research.

Sedang di tingkat lokal, sebagaimana dijelaskan UGM sendiri telah membuktikan fungsi herbal kembang sepatu ini untuk peningkat kinerja imun. Hal ini telah dipublikasikan dalam  jurnal UGM vol 20 tahun 2015.

Sederet pembuktian seputar bagaimana manfaat kembang sepatu untuk peningkat kerja imun menjadi alasan untuk Anda mulai mengonsumsi herbal alami ini dengan rutin. Apakah Anda tertarik mencari manfaat herbal lain untuk meningkatkan imun di musim pandemi? Deherba.com memuat banyak resep herbal dan informasi seputar herbal yang Anda butuhkan.

 

 

 

 

Hati hati Dengan Jenis Virus Penyebab Kanker

jenis virus penyebab kanker

Selain aspek genetik dan gaya hidup yang tidak sehat, ternyata kanker juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Apa saja ancaman jenis virus penyebab kanker? Berikut informasi lebih lengkap mengenai hal tersebut mengutip dari deherba.com.

Mengapa Virus Jadi Penyebab Kanker?

Virus merupakan organisme mikro yang bersifat unik, memiliki RNA dan DNA khusus dengan selubung protein khusus sebagai sistem proteksi. Virus ini harus hidup dengan menumpang pada inangnya sebagai media hidup.

Yang membuatnya berbahaya, selama menumpang hidup virus akan bertukar unsur protein dan senyawa kimia dengan inang hingga memicu kerusakan pada sel inang yang dilekatinya. Proses kerusakan ini memicu terjadinya infeksi.

Hanya saja, cara kerja virus tidak berhenti sampai disana. Kerusakan yang muncul pada sel juga acapkali dibarengi dengan kerusakan DNA. Karena sejumlah jenis virus tertentu bekerja dengan menularkan unsur DNA di dalam tubuhnya dengan sel inang. Hingga sel inang akan memiliki sejumlah unsur DNA yang sama dengan virus. Di sisi lain, ini menyebabkan sel inang mengalami kerusakan DNA yang dapat mengarah pada perkembangan kanker.

Sementara itu, sebagai unsur biologi yang unik, virus bekerja secara khusus membentuk sistem pertahanan diri. Caranya dengan membentuk selubung yang memiliki komponen protein tertentu. Protein ini bekerja mengacaukans kemampuan kerja sistem imunitas. Hingga sistem imun tubuh tidak efektif menyerang keberadaan virus dan kerusakan sel.

Jenis Virus Penyebab Kanker

Tidak semua virus berbahaya dan menyebabkan kanker. Hanya virus yang bekerja menularkan unsur DNA pada sel inang saja yang dapat menjadi penyebab kanker. Dalam dunia medis jenis virus semacam ini dikategorikan sebagai onkovirus. Adapun jenis jenis virus penyebab kanker tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Virus Human Papiloma (HPV)

Dibanding semua jenis virus penyebab kanker, maka HPV menjadi salah satu yang paling perlu diwaspadai. Dikatakan bahwa lebih dari 90% kasus kanker serviks dapat dikaitkan dengan infeksi HPV. Dan tidak hanya menyebabkan kanker serviks, HPV juga menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan, kanker anus, kanker esofagus hingga kanker vagina.

Virus ini lazim menyerang organ berlendir dan sebenarnya jenis infeksi yang sangat lazim terjadi. Terdapat 150 jenis virus HPV dan tidak semuanya menyebabkan kanker. Biasanya infeksi HPV akan menimbulkan abses berupa luka berbulir seperti tumpukan kutil kecil yang dikenal dengan papilloma. Pada jenis tertentu, kerusakan abses dapat menyebabkan tumpukan kutil meluas dan membesar hingga menjadi kanker.

Virus Herpes

Ada banya jenis virus herpes yang lazim menyerang manusia. Sebagian memang tidak berbahaya dan infeksi hanya muncul pada lapisan kulit secara ringan. Ini akan hilang sendiri dengan bantuan dari serangan sistem imunitas.

Tetapi beberapa jenis virus herpes seperti Epsterr Barr dan jenis herpes HHV8 termasuk jenis virus herpes yang kategori onkovirus. Peradangan yang diakibatkan cenderung lebih berat dan menyebar dengan cepat. Hingga sangat mungkin memicu terjadinya kanker. Penularannya biasanya dengan media berciuman atau aktivitas seksual.

Hepatitis B

Jenis virus ini dikenal merupakan jenis virus penyebab kanker hati. Ada banyak jenis virus hepatitis, tetapi virus hepatitis B  termasuk yang terganas dan memicu kanker. Virus ini menyebabkan kerusakan sel dan peradangan yang masif pada hati. Hingga sel sel hati akan mengalami pengerasan dan jaringan parut.

Kondisi ini yang menjadikan jenis virus ini sebagai penyebab kanker. Karena pada area jaringan parut, proses regenerasi normal sulit terjadi. Sementara virus lebih leluasa menyebabkan kerusakan DNA pada area ini.

Jenis virus onkologi lain

Ada jenis virus penyebab kanker lain yang juga perlu Anda waspadai. Seperti virus HTLV-1 yang kerusakan pada sel darah putih atau cairan getah bening. Ini memicu terjadinya kanker leukemia limfoblastik dan limfoma non Hodgins.

Merkel Cell Polyomavirus (MCV) juga salah satu onkovirus yang merusak sistem pertahanan sel kulit dan dapat memicu terjadinya kanker kulit. Juga terdapat  Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang bekerja menurunkan fungsi imunitas hingga membuat penderitanya rentan mengalami infeksi dan peradangan berat. Kondisi yang menjadikan jenis virus ini juga sebagai penyebab kanker.